Samudera Ilmu Institut

  Pelatihan Guru, Training Pendidikan, Konsultasi Pendidikan

Manfaat Cerita Motivasi Dalam Kehidupan

CERITA MOTIVASI

Cerita adalah karangan pendek yang berbentuk prosa yang mengisahkan tentang suatu peristiwa, disajikan secara singkat. Cerita dapat juga dikatakan sebagai buah dari pemikiran dan rasa yang disampaikan dengan gaya bahasa yang bervariasi dengan maksud tertentu. cerita dan tradisi bercerita sudah dikenal sejak manusia ada di muka bumi ini, jauh sebelum mereka mengenal tulisan.

Melalui cerita kita dapat menyampaikan pesan-pesan moral, pengetahuan&wawasan serta motivasi. Motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu sedangkan motif adalah suatu dorongan yang datang dari dalam diri seseorang untuk melakukan atau sedikitnya adalah suatu kecenderungan menyumbangkan perbuatan atau tingkah laku tertentu.

Jadi Cerita Motivasi adalah kisah atau peristiwa yang dapat menjadi pendorong bagi individu untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi, tidak mudah menyerah, serta banyak lagi hal lainnya. Cerita Motivasi dapat disampaikan kepada siapa saja, guru kepada murid, orang tua kepada anak, sesama teman sebaya dan kepada siapapun. Berikut ini adalah Cerita Motivasi yang sarat akan makna dan pesan moral.

 

Pemuda dan Gadis Kecil Penjaja Kue

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, tampak seorang gadis kecil penjaja kue menghampirinya, “Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya.”

“Nggak, Dik. Saya lapar mau makan nasi saja,” kata si pemuda menolak. Sambil tersenyum gadis kecil penjaja kue itu pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si gadis kecil menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda, sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, “Tidak, Dik. Saya sudah kenyang.”

Sambil bersikukuh mengikuti si pemuda, si gadis kecil pun berkata, “Kan Kuenya bisa buat oleh-oleh pulang, Om.”

Dompet yang belum sempat dimasukan ke kantong pun dibukanya kembali. Lalu, dikeluarkan dua lembar ribuan dan si pemuda menyodorkan kepada si gadis penjual kue. “Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.”

Dengan senang hati si gadis kecil menerima uangnya dan bergegas keluar restoran. Lalu, ia memberikan uang itu kepada pengemis di depan restoran. Merasa heran dan sedikit tersinggung, si pemuda menegur gadis kecil penjual kue, “Hai, Adik Kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang? Kenapa setelah uang ada di tanganmu malah kamu berikan ke orang lain?”

“Om, jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh Ibu saya sendiri dan Ibu pasti akan sedih dan marah jika saya menerima uang dari Om bukan dari hasil menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.”

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. “Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh.” Si gadis kecil pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, “Terima kasih Dik atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu.” Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, “Terima kasih, Om. Ibu pasti akan senang sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami.”

 

Dari hasil didikan seorang ibu yang luar biasa, lahirlah seorang anak yang hebat! Walaupun mereka miskin harta tetapi mereka kaya hati! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain tetapi dengan bekerja keras, membanting tulang. Karena sesungguhnya, KERJA ADALAH KEHORMATAN bagi setiap manusia! ( Andrie Wongso).