SANITASI PEKERJA
Higiene pekerja yang menangani makanan sangat penting peranannya didalam mencegah perpindahan penyakit kedalam makanan. Persyaratan bagi pekerja ini yang penting adalah : (1) kesehatan yang baik; untuk mengurangi kemungkinan pekerja menjadi tempat penyimpanan bakteri patogen. (2) kebersihan; untuk mengurangikemungkinan pekerja menjadi tempat penyimpanan bakteri patogen. (2) kemauan untuk mengerti tentang sanitasi merupakan pra syarat agar program sanitasi berjalan dengan efektif.
Cara-cara untuk mengawasi higiene pekerja dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan secara periodik, menjaga kebersihan pekerja (rambut, kulit, tangan, kuku, dan pakaian) dan menberikan pendidikan mengenai prinsip-prinsip higiene personalia. kebiasaan pekerja ketika sedang bekerja seperti membereskan rambut, dan memegang bagian tubuh lain yang tidak mendukung higiene pekerja harus dihilangkan. Fasilitas pencucian tangan harus tersedia dalam kamar ganti pakaian, kamar kecil, dalam dapur dan daerah pelayanan makanan. Fasilitas air pencuci berupa air hangat 110-120ºF, sabun-sabun aseptik seperti yang digunakan dirumah-rumah sakit harus tersedia dengan jumlah cukup. demikian juga handuk saniter atau alat pengering tangan atau lap sekali pakai (disposable). para pekerja tidak diperkenankan merokok didaerah-daerah persiapan makanan, ruang makan dan daerah pencucian alat-alat makan. disediakan daerah merokok tertentu dan setelah merokok, pekerja harus memcuci tangannya. pakaian pekerja harus bersih, dan bila digunakan lebih dari satu hari harus disimpan dalam lemari. tutup rambut atau kepala harus digunakan untuk mencegah terjadinya kontak antara rambut dengan makanan. para pekerja disediakan seragam khusus yang dikenakan segera tiba di pabrik, dan tidak diperkenankan datang ke pabrik dari rumah dengan seragam.